JUDUL: ………………………………………………………………..
OUTLINE:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Perumusan Masalah
C.
Tujuan Penelitian
D.
Kerangka Penelitian
E.
Langkah-Langkah
1.
Penentuan Populasi dan
Sampel
2.
Penentuan Jenis dan
Sumber Data
3.
Teknik Pengumpulan Data
4.
Teknik Analisis Data
BAB
II VARIABEL X DAN Y
A.
TEORI VARIABEL X
B.
TEORI VARIABEL Y
C.
TEORI VARIABEL X DAN Y
BAB III DESKRIPSI UMUM OBJEKTIF
PENELITIAN
A.
Kondisi Objektif tempat
B.
Keadaan pendidik
C.
Keadaan peserta didik
D.
Proses Pembelajaran
BAB IV ANALISIS DATA HASIL
PENELITIAN
A.
…………………………………………………………………….
B.
…………………………………………………………………….
C.
…………………………………………………………………….
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran – Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
A.
LATAR
BELAKANG
Proses
pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan
guru sebagai peranan utama. Pembelajaran itu sendiri berasal dari bahasa
inggris instruction. Kata instruction memiliki artiyang lebih luas dari
pada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru-murid dikelas
formal, pembelajaran atau instruction mencakup pula kegiatan belajar mengajar
yang tak mesti dihadiri guru secara fisik.[1]
Proses
belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru
dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situsi
pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Proses belajar mengajar memiliki
pengertian yang lebih luas dibandingkan mengajar semata. Dalam proses belajar
mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan antar siswa yang belajar dan
guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan terjalin suatu interaksi yang saling
menunjang.
Guru
sebagai seorang pendidik harus memiliki empat kompetensi yaitu diantaranya
kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi
professional.[2]
Keempat kompetensi tersebut tidak boleh satupun tidak dimiliki seorang guru
karena merupakan satu kesatuan yang harus melekat pada diri seorang pendidik.
Dalam
melaksanakan kegiatan belajar, siswa tidak terhindar dari kesulitan-kesulitan
yang dihadapinya. Siswa dalam satu kelas sekalipun usianya sama, dalam berbagai
hal memiliki perbedaan-perbedaan. Perbedaan tersebut terutama dalam hal tingkat
perkembangan mental dan emosional, serta intelektualnya. Perbedaan itu yang
menuntut guru untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam
memberikan bimbingan kepada siswa. Guru harus mampu mengidentifikasi dengan
cermat permasalahan yang dihadapi siswanya, serta dapat menentukan alternatif
penanggulangannya. Dalam hal ini keterampilan seorang guru dalam berkomunikasi
baik secara lisan maupun tulisan sangat diperlukan, terutama ketika membimbing
dan memotivasi siswa.
Bimbingan
yang diberikan bukan hanya kepada siswa yang mengalami kesulitan saja, akan
tetapi juga kepada kepada siswa yang
tidak mengalami kesulitan. Bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami
kesulitan bertujuan menyembuhkan atau memecahkan maslah yang dihadapi sehingga
siswa merasa bahagia dan dapat belajar lagi dengan tentram dan konsentrasi.
Sedangkan pemberian bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang tidak menghadapi
kesulitan bertujuan untuk mencegah jangan sampai menemui kesulitan serta pengembangan
yang ada ke arah yang lebih baik lagi.[3] Untuk
tercapainya hal tersebut, diperlukan pula dari seorang guru untuk bisa
memotivasi siswa, karena siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan mudah
diarahkan untuk mencapai prestasi belajar. Siswa akan termotivasi untuk belajar
jika guru diawal pelajaran menyampaikan secara terbuka sesuai dengan tingkat
perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor belajar siswa.[4]
Namun,
Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik, pada kenyataan sekarang ini
masih sebagian besar pendidik kurang mampu memotivasi dan membimbing siswa yang
minat belajarnya semakin berkurang.
Dari
semua permasalahan diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang
akan dituangkan dalam sebuah skripsi yang diberi judul :
“KETERAMPILAN GURU BERKOMUNIKASI SECARA LISAN DALAM MEMBIMBING DAN
MEMOTIVASI SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 LEUWIMUNDING”
B.
PERTANYAAN
MASALAH
1.
Bagaimana
keterampilan guru berkomunikasi secara lisan ?
2.
Bagaimana
kemampuan guru dalam membimbing dan memotivasi siswa ?
3.
Bagaimana
pengaruh keterampilan guru berkomunikasi secara lisan dalam membimbing dan
memotivasi siswa?
C.
TUJUAN
PENELITIAN
Sejalan
dengan permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
1.
Ingin
memperoleh gambaran yang objektif tentang keterampilan guru berkomunikasi
secara lisan.
2.
Ingin
mengetahui kemampuan guru dalam membimbing dan memotivasi siswa.
3.
Untuk
memperoleh gambaran objektif tentang pengaruh keterampilan guru berkomunikasi
secara lisan dalam membimbing dan memotivasi siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar