Selasa, 31 Juli 2012

contoh out line (daftar isi) skripsi


JUDUL:    ………………………………………………………………..
OUTLINE:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.      Perumusan Masalah
C.      Tujuan Penelitian
D.     Kerangka Penelitian
E.      Langkah-Langkah
1.      Penentuan Populasi dan Sampel
2.      Penentuan Jenis dan Sumber Data
3.      Teknik Pengumpulan Data
4.      Teknik Analisis Data
BAB II VARIABEL X DAN Y
A.      TEORI VARIABEL X
B.      TEORI VARIABEL Y
C.      TEORI VARIABEL X DAN Y
BAB III DESKRIPSI UMUM OBJEKTIF PENELITIAN
A.      Kondisi Objektif tempat
B.      Keadaan pendidik
C.      Keadaan peserta didik
D.     Proses Pembelajaran
BAB IV ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN
A.      …………………………………………………………………….
B.      …………………………………………………………………….
C.      …………………………………………………………………….
BAB V PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.      Saran – Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN







A.    LATAR BELAKANG
Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai peranan utama. Pembelajaran itu sendiri berasal dari bahasa inggris instruction. Kata instruction memiliki artiyang lebih luas dari pada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru-murid dikelas formal, pembelajaran atau instruction mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tak mesti dihadiri guru secara fisik.[1]
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situsi pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Proses belajar mengajar memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan mengajar semata. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan antar siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan terjalin suatu interaksi yang saling menunjang.
Guru sebagai seorang pendidik harus memiliki empat kompetensi yaitu diantaranya kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi professional.[2] Keempat kompetensi tersebut tidak boleh satupun tidak dimiliki seorang guru karena merupakan satu kesatuan yang harus melekat pada diri seorang pendidik.  
Dalam melaksanakan kegiatan belajar, siswa tidak terhindar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Siswa dalam satu kelas sekalipun usianya sama, dalam berbagai hal memiliki perbedaan-perbedaan. Perbedaan tersebut terutama dalam hal tingkat perkembangan mental dan emosional, serta intelektualnya. Perbedaan itu yang menuntut guru untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan bimbingan kepada siswa. Guru harus mampu mengidentifikasi dengan cermat permasalahan yang dihadapi siswanya, serta dapat menentukan alternatif penanggulangannya. Dalam hal ini keterampilan seorang guru dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan sangat diperlukan, terutama ketika membimbing dan memotivasi siswa.
Bimbingan yang diberikan bukan hanya kepada siswa yang mengalami kesulitan saja, akan tetapi juga kepada kepada siswa  yang tidak mengalami kesulitan. Bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan bertujuan menyembuhkan atau memecahkan maslah yang dihadapi sehingga siswa merasa bahagia dan dapat belajar lagi dengan tentram dan konsentrasi. Sedangkan pemberian bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang tidak menghadapi kesulitan bertujuan untuk mencegah jangan sampai menemui kesulitan serta pengembangan yang ada ke arah yang lebih baik lagi.[3] Untuk tercapainya hal tersebut, diperlukan pula dari seorang guru untuk bisa memotivasi siswa, karena siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan mudah diarahkan untuk mencapai prestasi belajar. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika guru diawal pelajaran menyampaikan secara terbuka sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor belajar siswa.[4]
Namun, Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik, pada kenyataan sekarang ini masih sebagian besar pendidik kurang mampu memotivasi dan membimbing siswa yang minat belajarnya semakin berkurang.
Dari semua permasalahan diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang akan dituangkan dalam sebuah skripsi yang diberi judul :
“KETERAMPILAN GURU BERKOMUNIKASI SECARA LISAN DALAM MEMBIMBING DAN MEMOTIVASI SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 LEUWIMUNDING”
B.     PERTANYAAN MASALAH
1.      Bagaimana keterampilan guru berkomunikasi secara lisan ?
2.      Bagaimana kemampuan guru dalam membimbing dan memotivasi siswa ?
3.      Bagaimana pengaruh keterampilan guru berkomunikasi secara lisan dalam membimbing dan memotivasi siswa?
C.     TUJUAN PENELITIAN
Sejalan dengan permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian  ini sebagai berikut :
1.      Ingin memperoleh gambaran yang objektif tentang keterampilan guru berkomunikasi secara lisan.
2.      Ingin mengetahui kemampuan guru dalam membimbing dan memotivasi siswa.
3.      Untuk memperoleh gambaran objektif tentang pengaruh keterampilan guru berkomunikasi secara lisan dalam membimbing dan memotivasi siswa.



[1]Syuaeb kurdi dan Abdul Aziz, Model Pembelajaran Efektif PAI di SD dan MI, Pustaka Bani Quraisy, Bandung, 2006 . Hal. 1
[2] Permendiknas, undang-undang guru dan dosen, fokus media, bandung
[3]Sudirman,dkk, ilmu pendidikan,PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1991 , hal. 315-316
[4]Op. cit. hal. 50-51

Tidak ada komentar:

Posting Komentar